Perputaran waktu kembali mengantarkan manusia beriman kepada sebuah momen penting dalam sejarah kehidupan seorang insan. Ramadhan, demikian orang mengenalnya, merupakan bulan spesial dimana pemandangan tak lazim berubah familiar, seolah nuansa religiusitas turut mewarnai bulan ini. Dari anak usia tiga tahun sampai orang dewasa, tiba-tiba terdorong untuk meramaikan mesjid. Di setiap sudut kita melihat jumlah jamaah meningkat tajam dari sebelumnya. Orang yang tadinya bertetangga namun tidak saling mengenal karena kepungan pekerjaan, sontak menjadi akrab dan merapatkan tali silaturrahim. Seakan tidak mau ketinggalan kereta, aparat pemerintah pun ramai-ramai memberikan ucapan selamat berpuasa, baik lewat media cetak maupun elektronik bahkan wajah mereka hampir setiap hari muncul di Televisi hanya demi melafazkan beberapa potong kata: “Selamat berbuka”. Suasana ini juga tampak mewarnai kaum muda. Kalau sebelumnya mereka malas sholat, maka di bulan ramadhan terjadi pembalikan 360 de...